Rabu, 04 November 2015

Manusia Dan Keindahan

Apa Itu Keindahan
Indah, suatu kata yang pastinya sudah tidak asing lagi bagi kita. Kita sering mendengar ataupun mengucapkan kata tersebut jika melihat suatu hal yang menurut kita bagus, mempesona, ataupun menarik hati. Indah, merupakan sebuah anugrah dari Allah yang diberikan kepada manusia agar manusia dapat merasakan suatu hal yang berbeda, sehingga manusia dapat menggunakan akal dan pikirannya untuk menciptakan sebuah keindahan lain yang mungkin dapat berguna bagi dirinya maupun orang lain.
Keindahan adalah sesuatu yang relatif, dimana setiap orang memiliki pemikiran yang berbeda-beda terhadap apa yang mereka sebut dengan indah. Setiap orang memiliki pendapat yang berbeda pada suatu benda, ada yang mungkin berpikir benda tersebut indah dan baik, biasa saja, dan ada pula yang menganggap tidak indah karena mereka tidak tertarik pada hal tersebut. Keindahan juga tidak bersifat lama atau terkadang tidak bertahan lama. Ada suatu hal yang jika dilihat pertama atau sekali saja dapat menimbulkan perasaan kagum dan membuat orang berpikir bahwa itu indah, namun ada juga yang apabila dilihat berkali-kali menimbulkan rasa bosan terhadap hal tersebut. Jadi suatu keindahan diukur dari pemikiran masing-masing orang yang berbeda satu sama lain.
Dalam dunia ini terdapat beberapa keindahan yang diwujudkan dalam sebuah gambar, lagu, pemandangan, dan perbuatan. Contoh pertama adalah dalam sebuah gambar atau secara visual. Sebuah gambar dapat mengantarkan rasa kagum, rasa senang, dan rasa suka kepada manusia karena sebuah gambar memiliki unsur tersendiri yang apabila diaplikasikan secara baik dan khususnya oleh orang yang mengerti atau ahli terhadap sebuah gambar akan memunculkan kesan tersendiri bagi kita yang melihat. Keindahan dari sebuah gambar dapat dilihat dari bagaimana gambar tersebut dapat mempengaruhi, menarik, dan membuat orang yang melihatnya merasakan bahwa gambar tersebut bukanlah gambar sembarangan. Terkadang setiap orang juga punya selera yang berbeda-eda terhadap sebuah keindahan yang datang dari sebuah gambar, namun manusia memiliki naluri yang kuat untuk menangkao sebuah keindahan yang tampak secara langsung (secara visual).

Apa Itu Keserasian
Keserasian merupakan keharmonisan, kesepadanan, keselarasan, kita perlu mengukuhkan semangat untuk menciptakannya, jadi keserasian kecocokan, kena benar, dan sesuai benar. Kata cocok, kena dan sesuai itu mengandung unsur perpaduan, pertentangan, ukuran dan seimbang. Keindahan adalah suatu kumpulan hubungan yang serasi pada suatu benda dan diantara benda itu dengan si pengamat.
Pengertian keserasian adalah cocok dalam segala hal.
- Menurut The Liang Gie ada 2 Teori dalam menciptakan seni antara lain :
Teori Objektif ( Plato, Hegel, Bernard Bocanguat )
Teori Subyektif ( Henry Home, Earlof Shaffesbury, Edmund Burke )
salah satu persoalan pokok dari teori keindaha adalah mengenai sifat dasar dari keindahan . apakah keindahan merupakan sesuatu yang ada pada benda indah atau hanya terdapat dalam pikiran orang yang mengamati benda tersebut. Dari persoalan-persoalan tersebut lahirlah dua kelompok teori yang terkenal sebagai teori ogjektif dan subjektif.
Teori Objectif berpendapat bahwa keindahan atau ciri-ciri yang mencipta nilai estetika adalah sifat (kulitas) yang memang melekat dalam bentuk indah yang bersangkutan, terlepas dari orang yang mengamatinya. Yang menjadi masalah ialah ciri-ciri khusus manakah yang memnuat sesuatu benda menjadi indah atau dianggap bernilai estetik, salah satu jawaban yang telah diberikan selama berabad-abad ialah perimbangan antara bagian-bagian dalam benda indah itu. Pendapat lain menyatakan bahwa nilai estetik itu tercipta dengan terpenuhnya asas-asas tertentu mengenai bentuk pada sesuatu benda. Pendukung teori objectif adalah Plato dan Hegel.
Teori Subjectif menyatakan bahwa ciri-ciri yang menciptakan keindahan suatu benda itu tidak ada, yang ada hanya perasaan dalam diri sesorang yang mengamati suatu benda. Adanya keindahan semata-mata tergantung pada penerapan dan si pengamat itu. Kalaupun dinyatakan bahwa sesuatu benda mempunyai nilai estetik, maka hal itu diartikan bahwa seseorang pengamat memperoleh sesuatu pengalaman estetik sebagai tanggapan terhadap benda indah itu. Pendukung nya adalah Henry Home, Earlof Shaffesburry dan Edmund Burke.

Apa Itu Renungan
Renungan berasal dari kata renung; artinya diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung. Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori antara lain : teori pengungkapan, teori metafisik dan teori psikologis.
Teori Pengungkapan.
Dalil teori ini ialah bahwa “arts is an expresition of human feeling” ( seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia) Teori ini terutama bertalian dengan apa yang dialami oleh seorang seniman ketika menciptakan karya seni. Tokoh teori ekspresi yang paling terkenal ialah filsuf Italia Benedeto Croce (1886-1952) Beliau antara lain menyatakan bahwa “Seni adalah pengungkapan pesan-pesan) expression adalah sama dengan intuition, dan intuisi adalah pegnetahuan intuitif yang diperoleh melalui penghayatan tentagn hal-hal individual yang menghasilkan gambaran angan-angan (images).”
Seorang tokoh lainnya adalah Leo Tolstoi dia menegaskan bahwa kegiatan seni aalah memunculkan dalam diri sendiri suatu perasaan yagn seseorang telah mengalaminya dan setelah memunculkan itu kemudian dengan perantaraan berbagai gerak, garis, warna, suara dan bentuk yang diungkapkan dalam kata-kata memindahkan perasaan itu sehingga orang-orang mengalami perasaan yang sama.
Teori Metafisik
Teori seni yang bercotak metafisik merupakan salah satu contoh teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang karya-karyanya untuk sebagian membahas estetik filsafat, konsepsi keindahan dari teori seni. Mengenai sumber seni Plato mengungkapkan suatu teori peniruan (imitation teori). Ini sesuai dengan metafisika Plato yang mendalikan adanya dunia ide pada tarat yang tertinggi sebgai realita Ilahi. Pada taraf yang lebih rendah terdapat realita duniawi ini yang merupakan cerminan semu dan mirip realita ilahi. Dan karyu seni yang dibuat manusia adalah merupakan mimemis (tiruan) dari ralita duniawi
Teori Psikologis
Para ahli estetik dalam abad modern menelaah teori-teori seni dari sudut hubungan karya seni dan alam pikiran penciptanya dengan mempergunakan metode-metode psikologis. Misalnya berdasarkan psikoanalisa dikemukakan bahwa proses penciptaan seni adalah pemenuhan keinginan-keinginan bawah sadar dari seseorang seniman. Sedang karya seni tiu merupakan bentuk terselubung atau diperhalus yang wujudkan keluar dari keinginan-keinginan itu. Teori lain lagi yaitu teori permainan yang dikembangkan oleh Fredrick Schiller (1757 -1805) dan Herbert Spencer ( 1820 – 1903 ) menurut Schiller, asal seni adalah dorongan batin untuk bermain-main (play impulse) yang ada dalam diri seseorang. Seni merupakan semacam permainan menyeimbangkan segenap kemampuan mental manusia berhubungan dengan adanya kelebihan energi yang harus dikeluarkan. Dalam teori penandaan (signification theory) memandang seni sebagai lambing atau tanda dari perasaan manusia.

Sumber :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar