Minggu, 29 November 2015

Manusia dan Penderitaan

Pengertian Penderitaan

Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin, atau lahir batin.
Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat ada juga yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat-tidalmya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenilcmatan dan kebahagiaan. Penderitaan akan dialami oleh semua orang, hal itu sudah merupakan "risiko" hidup.

Contoh Penderitaan

Para pengungsi korban bencana alam, seperti yang banyak terjadi di Negari kita ini. Bencana dimana-mana, entah itu bencana banjir, tanah longsor, gunung meletus, kemiskinan atau sebagainya. Para korban tersebut mengalami penderitaan yang harus mereka tanggung, yaitu kehilangan tempat tinggal, kehilangan sanak saudara,dan kehilangan harta benda.

Pengertian Siksaan dan Phobia

Siksaan atau penyiksaan (Bahasa Inggris: torture) digunakan untuk merujuk pada penciptaan rasa sakit untuk menghancurkan kekerasan hati korban. Segala tindakan yang menyebabkan penderitaan, baik secara fisik maupun psikologis, yang dengan sengaja dilakukkan terhadap seseorang dengan tujuan intimidasi, balas dendam, hukuman, sadisme, pemaksaan informasi, atau mendapatkan pengakuan palsu untuk propaganda atau tujuan politik dapat disebut sebagai penyiksaan. Siksaan dapat digunakan sebagai suatu cara interogasi untuk mendapatkan pengakuan. Siksaan juga dapat digunakan sebagai metode pemaksaan atau sebagai alat untuk mengendalikan kelompok yang dianggap sebagai ancaman bagi suatu pemerintah. Sepanjang sejarah, siksaan telah juga digunakan sebagai cara untuk memaksakan pindah agama atau cuci otak politik.
Phobia adalah rasa ketakutan kuat (berlebihan) terhadap suatu benda, situasi, atau kejadian, yang ditandai dengan keinginan untuk ngejauhin sesuatu yang ditakuti itu.Bedanya sama rasa takut biasa adalah, hal yang ditakuti sebenarnya nggak menyeramkan untuk sebagain besar orang. Phobia terjadi karena adanya faktor biologis di dalam tubuh, seperti meningkatnya aliran darah dan metabolisme di otak. Bisa juga karena ada sesuatu yang nggak normal di struktur otak. Tapi kebanyakan psikolog setuju, phobia lebih sering disebabkan oleh kejadian traumatis.

Siksaan Yang Bersifat Psikis

            Manusia dan Penderitaan Siksaan yang sifatnya Psikis misalnya kebimbangan, kesepian dan ketakutan. Kebimbangan dialami oleh seseorang bila ia pada suatu saat tidak dapatmenentukan pilihan mana yang akan diambil. Misalnya pada suatu saat apakah seseorang yang bimbang itu pergi atau tidak, siapakah kawannya yang akan pacar tetapnya. Akibat dari kebimbangan seseorang berada dalam keadaan yang tidak menentu, sehingga ia merasa tersiksa dalam hidupnya saat itu. Bagi orang yang lemah berpikirnya, masalah kebimbangan akan lama dialami,sehingga siksaan itu berkepanjangan.
Tetapi bagi orang yang kuat berpikirnya ia akan cepat mengambil suatu keputuan, sehingga kebimbangan akan cepat dapat diatasi. Kesepian dialami oleh seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya atau jiwanya, walaupun ia dalam lingkungan orang ramai, kesepian ini tidak boleh dicampur adukkan dengan keadaan sepi seperti yang dialami oleh petapa atau biarawan yang tinggalnya ditempat yang sepi. Tempat mereka memang sepi tetapi hati mereka tidak sepi. Kesepian juga merupakan salah satu wujud dari siksaan yang dialami seseorang.

Penyebab Seseorang Takut

Sangat wajar apabila manusia memiliki rasa takut dalam menjalani hidup sehari-hari. Takut merupakan salah satu perasaan yang tidak nyaman pada hati manusia yang bisa disebabkan oleh banyak hal seperti rasa cemas yang berlebihan, tekanan masalah hidup, rasa jijik pada sesuatu, kekerasan fisik maupun mental dari orang lain, mendapatkan suatu ancaman, dan lain sebagainya.
Berikut ini adalah beberapa alasan penyabab ketakutan / rasa takut pada manusia yang tidak seharusnya dan bisa dihilangkan :
  1. Takut Pada Hantu / Jin / Setan
  2. Takut Dengan Masa Depan
  3. Takut Mati
  4. Takut Miskin
  5. Takut Kehilangan Orang Yang Dicintai
  6. Takut kehilangan Jabatan
  7. Takut Pada Sesuatu yang Mengancam
  8. Ketakutan yang Berlebihan pada Suatu Hal yang Spesifik
Sumber:

Sabtu, 14 November 2015

Keindahan Alam Indonesia

Banyak sekali dari kita yang tidak pernah mau mengenal atau mengikuti berbagai macam budaya yang ada di negara kita, bahkan ada juga yang lebih memilih mengikuti budaya luar dari pada budaya sendiri. Oleh sebab itu dengan membuat artikel ini saya ingin mengenalkan kepada para pembaca tentang "Indahnya Negaraku Indonesia". singkat cerita Indonesia merupakan negara berkembang yang memiliki berbagai macam suku, budaya, bahasa serta agama yang bervariasi. kenapa bisa di bilang bervariasi? karena, di Indonesia memliki 34 macam suku dengan kebudayaan dan bahasa yang berbeda-beda dari setiap sukunya misalnya Suku Batak, Suku Minangkabau, Suku Akit, Suku Sakai, dan suku-suku lainnya. Sekarang saya akan memberi tahu kepada anda para pembaca kenapa saya dapat mengatakan bahwa "Indahnya Negaraku Indonesia".

Jika kita telusuri lebih dalam ternyata Indonesia memiliki begitu banyak hal-hal yang dapat membuat kita bangga menjadi warga negara Indonesia, salah satunya seperti kerajinan tangan, keindahan alam, kebudayaan, dan masih banyak lagi. sekarang saya akan memberi tahu kepada anda para pembaca tentang apa yang dapat kita banggakan dari negara kita.

Dapat kita lihat banyak sekali kerajinan tangan di Indonesia yang telah mendunia yang belum tentu dapat dibuat oleh negara-negara lain seperti :

  1.          Kerajinan Ukir Kayu
  2.          Kerajinan Wayang
  3.          Kerajinan Kain Batik
  4.         Kerajinan Anyaman Bambu
Kerajinan-kerajinan di atas hanya baru sebagian kecil dari yang dapat saya sebutkan, tetapi kerajianan yang ada di Indonesia tidak hanya sebatas dari itu saja tetapi masih banyak lagi yang dapat kita lihat.

Selain kerajinan-kerajinan tangan yang ada di Indionesia, Indonesia juga memiliki keindahan alam yang sama indahnya dengan keindahan alam yang ada di negara-negara lain bahkan ada yang lebih indah seperti :

  1.          Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat
  2.          Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur
  3.          Kepulauan Raja Ampat, Papua
  4.         Kelimutu, Nusa Tenggara Timur
Keindahan alam di Indonesia yang saya sebutkan ini juga hanya sebagian kecil dari keindahan alam di negara kita dan salah satu dari keindahan alam ini telah masuk ke dalam "7 Keajaiban Dunia". Oleh sebab itu berbanggalah kalian yang merupakan warga Negara Indonesia yang mempunyai begitu banyak keindahan alam yang belum tentu dimiliki oleh negara-negara lain.

Jadi apakah pendapat kalian tentang Negara Indonesia? apakah kalian masih berfikir bahwa Indonesia hanyalah sebuah negara yang tidak memiliki sesuatu yang dapat dibanggakan? jika anda berfikir bagitu maka anda adalah orang yang belum mengenal lebih tentang negara anda sendiri maka seperti pribahasa yang biasa kita dengar "Tak Kenal Maka Tak Sayang" oleh sebab itu kenalilah negara anda sebelum anda menyesal nantinya.

Sumber :

Rabu, 04 November 2015

Manusia Dan Keindahan

Apa Itu Keindahan
Indah, suatu kata yang pastinya sudah tidak asing lagi bagi kita. Kita sering mendengar ataupun mengucapkan kata tersebut jika melihat suatu hal yang menurut kita bagus, mempesona, ataupun menarik hati. Indah, merupakan sebuah anugrah dari Allah yang diberikan kepada manusia agar manusia dapat merasakan suatu hal yang berbeda, sehingga manusia dapat menggunakan akal dan pikirannya untuk menciptakan sebuah keindahan lain yang mungkin dapat berguna bagi dirinya maupun orang lain.
Keindahan adalah sesuatu yang relatif, dimana setiap orang memiliki pemikiran yang berbeda-beda terhadap apa yang mereka sebut dengan indah. Setiap orang memiliki pendapat yang berbeda pada suatu benda, ada yang mungkin berpikir benda tersebut indah dan baik, biasa saja, dan ada pula yang menganggap tidak indah karena mereka tidak tertarik pada hal tersebut. Keindahan juga tidak bersifat lama atau terkadang tidak bertahan lama. Ada suatu hal yang jika dilihat pertama atau sekali saja dapat menimbulkan perasaan kagum dan membuat orang berpikir bahwa itu indah, namun ada juga yang apabila dilihat berkali-kali menimbulkan rasa bosan terhadap hal tersebut. Jadi suatu keindahan diukur dari pemikiran masing-masing orang yang berbeda satu sama lain.
Dalam dunia ini terdapat beberapa keindahan yang diwujudkan dalam sebuah gambar, lagu, pemandangan, dan perbuatan. Contoh pertama adalah dalam sebuah gambar atau secara visual. Sebuah gambar dapat mengantarkan rasa kagum, rasa senang, dan rasa suka kepada manusia karena sebuah gambar memiliki unsur tersendiri yang apabila diaplikasikan secara baik dan khususnya oleh orang yang mengerti atau ahli terhadap sebuah gambar akan memunculkan kesan tersendiri bagi kita yang melihat. Keindahan dari sebuah gambar dapat dilihat dari bagaimana gambar tersebut dapat mempengaruhi, menarik, dan membuat orang yang melihatnya merasakan bahwa gambar tersebut bukanlah gambar sembarangan. Terkadang setiap orang juga punya selera yang berbeda-eda terhadap sebuah keindahan yang datang dari sebuah gambar, namun manusia memiliki naluri yang kuat untuk menangkao sebuah keindahan yang tampak secara langsung (secara visual).

Apa Itu Keserasian
Keserasian merupakan keharmonisan, kesepadanan, keselarasan, kita perlu mengukuhkan semangat untuk menciptakannya, jadi keserasian kecocokan, kena benar, dan sesuai benar. Kata cocok, kena dan sesuai itu mengandung unsur perpaduan, pertentangan, ukuran dan seimbang. Keindahan adalah suatu kumpulan hubungan yang serasi pada suatu benda dan diantara benda itu dengan si pengamat.
Pengertian keserasian adalah cocok dalam segala hal.
- Menurut The Liang Gie ada 2 Teori dalam menciptakan seni antara lain :
Teori Objektif ( Plato, Hegel, Bernard Bocanguat )
Teori Subyektif ( Henry Home, Earlof Shaffesbury, Edmund Burke )
salah satu persoalan pokok dari teori keindaha adalah mengenai sifat dasar dari keindahan . apakah keindahan merupakan sesuatu yang ada pada benda indah atau hanya terdapat dalam pikiran orang yang mengamati benda tersebut. Dari persoalan-persoalan tersebut lahirlah dua kelompok teori yang terkenal sebagai teori ogjektif dan subjektif.
Teori Objectif berpendapat bahwa keindahan atau ciri-ciri yang mencipta nilai estetika adalah sifat (kulitas) yang memang melekat dalam bentuk indah yang bersangkutan, terlepas dari orang yang mengamatinya. Yang menjadi masalah ialah ciri-ciri khusus manakah yang memnuat sesuatu benda menjadi indah atau dianggap bernilai estetik, salah satu jawaban yang telah diberikan selama berabad-abad ialah perimbangan antara bagian-bagian dalam benda indah itu. Pendapat lain menyatakan bahwa nilai estetik itu tercipta dengan terpenuhnya asas-asas tertentu mengenai bentuk pada sesuatu benda. Pendukung teori objectif adalah Plato dan Hegel.
Teori Subjectif menyatakan bahwa ciri-ciri yang menciptakan keindahan suatu benda itu tidak ada, yang ada hanya perasaan dalam diri sesorang yang mengamati suatu benda. Adanya keindahan semata-mata tergantung pada penerapan dan si pengamat itu. Kalaupun dinyatakan bahwa sesuatu benda mempunyai nilai estetik, maka hal itu diartikan bahwa seseorang pengamat memperoleh sesuatu pengalaman estetik sebagai tanggapan terhadap benda indah itu. Pendukung nya adalah Henry Home, Earlof Shaffesburry dan Edmund Burke.

Apa Itu Renungan
Renungan berasal dari kata renung; artinya diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung. Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori antara lain : teori pengungkapan, teori metafisik dan teori psikologis.
Teori Pengungkapan.
Dalil teori ini ialah bahwa “arts is an expresition of human feeling” ( seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia) Teori ini terutama bertalian dengan apa yang dialami oleh seorang seniman ketika menciptakan karya seni. Tokoh teori ekspresi yang paling terkenal ialah filsuf Italia Benedeto Croce (1886-1952) Beliau antara lain menyatakan bahwa “Seni adalah pengungkapan pesan-pesan) expression adalah sama dengan intuition, dan intuisi adalah pegnetahuan intuitif yang diperoleh melalui penghayatan tentagn hal-hal individual yang menghasilkan gambaran angan-angan (images).”
Seorang tokoh lainnya adalah Leo Tolstoi dia menegaskan bahwa kegiatan seni aalah memunculkan dalam diri sendiri suatu perasaan yagn seseorang telah mengalaminya dan setelah memunculkan itu kemudian dengan perantaraan berbagai gerak, garis, warna, suara dan bentuk yang diungkapkan dalam kata-kata memindahkan perasaan itu sehingga orang-orang mengalami perasaan yang sama.
Teori Metafisik
Teori seni yang bercotak metafisik merupakan salah satu contoh teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang karya-karyanya untuk sebagian membahas estetik filsafat, konsepsi keindahan dari teori seni. Mengenai sumber seni Plato mengungkapkan suatu teori peniruan (imitation teori). Ini sesuai dengan metafisika Plato yang mendalikan adanya dunia ide pada tarat yang tertinggi sebgai realita Ilahi. Pada taraf yang lebih rendah terdapat realita duniawi ini yang merupakan cerminan semu dan mirip realita ilahi. Dan karyu seni yang dibuat manusia adalah merupakan mimemis (tiruan) dari ralita duniawi
Teori Psikologis
Para ahli estetik dalam abad modern menelaah teori-teori seni dari sudut hubungan karya seni dan alam pikiran penciptanya dengan mempergunakan metode-metode psikologis. Misalnya berdasarkan psikoanalisa dikemukakan bahwa proses penciptaan seni adalah pemenuhan keinginan-keinginan bawah sadar dari seseorang seniman. Sedang karya seni tiu merupakan bentuk terselubung atau diperhalus yang wujudkan keluar dari keinginan-keinginan itu. Teori lain lagi yaitu teori permainan yang dikembangkan oleh Fredrick Schiller (1757 -1805) dan Herbert Spencer ( 1820 – 1903 ) menurut Schiller, asal seni adalah dorongan batin untuk bermain-main (play impulse) yang ada dalam diri seseorang. Seni merupakan semacam permainan menyeimbangkan segenap kemampuan mental manusia berhubungan dengan adanya kelebihan energi yang harus dikeluarkan. Dalam teori penandaan (signification theory) memandang seni sebagai lambing atau tanda dari perasaan manusia.

Sumber :