Judul : Lupakan Masa Lalu
Hari minggu
22 Juni 15,
Suasana hati
Eric sedang kacau karena seorang wanita memutuskan untuk pergi dari
kehidupannya.
Hari minggu
dimana semua orang sedang berlibur, Eric lebih memilih tetap tinggal dirumah
untuk beristirahat. Sehari sebelumnya ia mengikuti test ujian masuk di
Perguruan Tinggi Swasta, dan pengumuman kelulusan diumumkan seminggu setelah
ujian.
Suasana pagi
yang tenang Eric sedang berfikir tentang hidup yang lebih baik untuk melanjutkan
masa depannya, tak disangka wanita yang dulu pergi kini kembali menghubunginya.
Pagi hari Zella SMS Eric.
Z :
“Bangun Eric............!?”
Satu jam kemudian...
E :
“Iya nih udah bangun, tapi masih tiduran.”
Z :
“Eric aku kangen... Kita bisa ketemuan gak?”
E :
“Bisa, Hari ini mau ketemu?.. Jam berapa?”
Z :
“Iya Eric.. Terserah kamu aja.”
E :
“Emmm... Yaudah nanti jam 4 kita ketemu di tempat biasa.”
Hari minggu
Eric lalui dengan bermalas-malasan, lalu ia menyadari bahwa sebentar lagi pukul
4. Tak mau mengecewakan Zella, Eric ingin menepati janjinya.
Eric memberi kabar ke Zella
E :
“Zella, jadi gak..?”
Z :
“Iya jadi....”
E :
“Oke, jangan lupa di tempat biasa.”
Eric dengan cepat mengambil kunci
motor dan bersiap untuk berangkat, namun ia tak sadar bahwa Handphonenya
tertinggal dibangku.
Ia telah sampai ditempat yang dijanjikan,
ia menunggu namun Zella tak terlihat akan datang. Eric berniat ingin SMS Zella
namun ia menyadari disaku celananya tak ada HP, ia berfikir sejenak, dan berkata
dalam hati “Oiya.. gue lupa HP ketinggalan dibangku”. Setelah itu Eric tetap
menuggu, tapi pada akhirnya Eric dan Zella tak jadi bertemu. Eric memutuskan
untuk pulang dan mengambil HPnya.
Ternyata benar feeling Eric, ada dua
pesan dari Zella, saat itu juga membalas pesan.
E :
“Zella tadi dimana?, kok gak dateng?.”
Z :
“Aku ditempat biasa ini, kamu dimana?”
E :
“Zella.. waktunya kita ubah aja ya..?, jadi nanti malam.”
“Tadi HP aku ketinggalan, sekarang aku udah
dirumah...”
Z :
“Emm.. Yaudah iya.”
Dengan
sedikit rasa kecewa tadi sore tak jadi bertemu, nanti malam harus bertemu.
Akhirnya
Eric dan Zella bertemu pukul 20.55
E : “Akhirnya ketemu juga,,,”
Omongan Eric
seketika dipotong, dengan pertanyaan Zella.
Z : “Tadi sore kenapa gak jadi..?”
E : “Iya maaf... Tadi itu HP aku
ketinggalan, sebelumnya aku harus pindahin barang- barang yang ada di depan
pintu, baru aku bisa keluar, pas udah selesai pindahin barang karena buru-buru
HP nya ketinggalan deh...”
Z : “Oh gitu... Iya gak apa-apa deh.
Tadi aku itu ada dibelakang sana!.”
E : “Oh, dibelakang situ.. Aku gak tau..”
Setelah
obrolan itu berlalu Eric mengajak Zella jalan, pada saat sela-sela waktu
dijalan Zella secara serius meminta untuk balikan lagi.
Z :
“Eric.. Aku mau ngomong soal itu....?
E :
“Itu apa...?”
Z :
“Itu.... Sebenernya aku mau kita balikan lagi..?”
Eric kaget mendengar ucapannya, dan
lalu menjawabnya dengan tenang.
S :
“Emm.. Soal itu, emangnya serius mau balikan lagi..?”
“Terus gimana sama aku dan Ibu Zella
sendiri?, nanti malah kamu putusin aku lagi..!?”
Z : “Iya seruslah..”
“kamu sama Ibu aku udah gak ada masalah lagi.
E : “Terus nanti kalau sewaktu-waktu aku
main kerumah kamu boleh?, kalau kemarin akukan gak boleh main...”
Z : “Boleh kok... Tapi nanti kalau udah
dirumah terima aja keadaannya..”
Eric sengaja
menghentikan pembicaraan, dengan rencananya ingin mencari tempat yang tepat
untuk obrolan yang lebih serius. Tidak beberapa lama Eric menghentikan langkahnya.
E :
“Zella serius mau balikan lagi..?”
Z :
“Iya, aku serius...”
E : “Sebenernya aku mau balikan lagi,
tapi.... Zella mau nih mulai lagi dari awal hubungan kita?”
Z : “Engga, bukan mulai dari awal lagi,
jadi kita lanjutin hubungan kita masih dengan tanggal jadian yang dulu....”
E : “Iya maksud aku juga begitu... Jadi
kita lanjutin hubungan kita nih?, tapi janji yaa.. Jangan kaya dulu lagi!.”
Z : “Iya.. Aku janji.”
Eric membuat
perjanjian agar hubungan kesempatan ke duanya tak menjadi lebih buruk. Eric dan Zella
akhirnya berjanji dengan menggunakan jari kelingkingnya sebagai tanda suatu
perjanjian tersebut.